Sabtu, 17 April 2010

Ikan tenggiri

Di frezerku ada 1/2 kg ikan tenggiri.
enaknya dibilin apa yah?....

pempek? doyan,
siomay? boleh juga tuh,
otak-otak? asik juga kayaknya.

ya udah besok digoreng trus disambelin aja!!! lho????...

Enggak ding, besok dah rencana mo bikin pempej aja. lamaaa..... banget gak bikin. 5 tahun lebih. anakku aja belum pernah tau kalo ibunya bisa bikin makanan yang sedap ini.

baiklah nak, besok akan kau lihat bagaimana ibumu memasak pempek!!

Sabtu, 03 April 2010

Earth for our children
The issue of global warming resulting in climate changes on a large scale on this planet has become very common to all levels of society.

Some of us still can only complain and comment without doing anything that had a positive impact of this incident, despite knowing that these are causal of us as well.
Exploitation of natural resources tehadap not diibangi with overcoming the negative impact of such exploitation. Starting from the collection, processing, use and disposal.

But some among us may already understand that positive change always begins with small things on our own. Because of a collection of individuals and collection of small things, will be a collection of diverse individuals in the face of this earth, and a collection of things useful for the survival age of the earth.
It's claimmed with brilliant ideas for environmentally friendly energy sources, efficient and cheap.
Geothermal and solar energy are probably the most sensible solutions to this problem. But again the question arises when we have to deal with the damage and the waste that already exists.
Then some of us were thinking hard and trying to create innovations to overcome the things that were questionable.
Stick to the principle of the Recycle - Reuse - Reduce, they also introduce a great technology to save the planet. At least for treating injuries suffered by our planet.
N-Viro International Corporation has successfully developed several technologies to produce environmentally friendly fuel, efficient and cheap - with the additional consideration of industrial waste processing business.
A big step and very meaningful for all humanity to begin a new lifestyle. Living a healthy and healthful.

Technology developed by N-Viro are appropriate technologies. Like: Processing mixed solid waste land into arable land which ready to plant, soil treatment process that fully free of pests and waste factors, processing organic waste into fertilizer, appropriate, and of course environmentally friendly fuel.
So, we all can use it as a way to use the earth wisely and carefully saving the planet.

Thank you for the technology being introduced, and you have developed. Earth needs more people like you who are in environments.

Save the earth, green earth - green life, great life.

Senin, 08 Februari 2010

Storing food with aluminum foil

As we all know that food is a product that has a limited time period to be well consumed, healthy and of course delicious taste. Far from ordinary foods that we make, the food manufacturers that certainly use any preservatives matters to added, still have quality time limit (expiration), it is usually included with the term of "best before".
And then we all know that the use of foil material is very useful in food preservation are stored. Just make sure that all consumer products that we can buy are always in a foil package, right? Starting from chips, biscuits, nuggets, bacon, cooking, and even cigarettes were covered with a layer of aluminum foil. Even if you buy a chocolate bar must also be protected with the almununium foil, isn't it true?
Okay, we can narrowing the topic of our discussion on one product, chocolate. Why does it use aluminum foil? The explanation is always easy and is associated with preservation of the earth.
  1. By wrapping the chocolate with the aluminum foil, the temperature will be kept locked as stable as it possible so that the integrity of any stay to remaining.
  2. By wrapping chocolate with aluminum foil as well (tight), then the pure chocolate flavor will not be lost because of off to the air, or mixed with other flavors smell from the outside environtment.
  3. Aluminum foil to keep levels closely enough so as not to lose the fat because it is absorbed by other packaging than aluminum foil.
  4. There's something to do by the ions contained in the aluminum can be well symbioting to the chocolate. But, this is can not be certainly as the truth and its benefits reason before it proven.
  5. Aluminum is the material of the earth's minerals, so it's very friendly to the environment. Compare this with the use of plastic waste that needs of millions years for the recycling by the earth - or the use of paper instead spent millions of trees as the lungs of the world - or the use of Styrofoam is very dangerous to our health.
  6. The use of aluminum foil more easily in storage, packaging until the unpackaging to be consume. Imagine if you buy Silver Queen (Chocolate bar) wrapped in plastic, hard to be open to eat ...
From the several factors above, we might conclude that the use of aluminum foil as a wrap in the process of storage or preservation of food while it is the best method that can be applied by humans. Both from the standpoint of food quality, consumer health and environmental friendliness.
Find and choose the best thing to wrap and preserve your food, such as using the alumunium foil.
So what you still will faithfully keep your food in plastic?

Sabtu, 22 Agustus 2009

Tahu Berontak

10 buah tahu berkulit ukuran 3x3 cm, atau tahu putih digoreng dulu
100 gr tauge
1 buah wortel, rajang
1 sdt merica bubuk
3 siung bawang putih, iris
2 siung bawang merah, iris
garam secukupnya
3 sdm minyak sayur untuk menumis
minyak sayur untuk menggoreng

Bahan Kulit (campur jadi satu)
50 gr tepung terigu
2 sdm tepung beras
50 ml air
garam secukupnya

Cara membuat
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampe harum
2. Masukkan tauge, wortel, garam, dan merica, aduk sampe layu
3. Angkat, dinginkan
4. Belah tahu, jangan sampe putus
5. Keruk sebagian isinya, campur kerukan dengan adonan isi
6. Ambil 1 sdm adonan isi, masukkan ke dalam isi tahu
7. Siapkan minyak goreng
8. Celupkan tahu pada bahan kulit, goreng kekuningan dengan api sedang
9. Angkat, tiriskan, sajikan

Tempe Penyet

250 gr tempe
minyak goreng untuk menggoreng
100 ml air

Bumbu halus
1 sdm ketumbar
1/2 sdt garam

Bahan Sambal
10 buah cabe merah
10 buah cabe rawit
1 sdt terasi matang
garam secukupnya
2 lembar daun jeruk nipis

Cara membuat
1. Potong2 tempe, kerat2 permukaannya agar bumbu meresap
2. Seduh bumbu halus dengan air
3. Aduk tempe dengan bumbu, biarkan 15 menit ato lebih
4. Panaskan minyak, goreng tempe dengan api sedang, ketumbar bubuk ga perlu kegoreng
5. Ulek semua bahan sambal
6. Letakkan satu persatu tempe pada ulekan, penyet2 pelan dengan mutunya, balik, penyet sekali, kira2 aja deh biar sambalnya menempel dan merata

Tempe Mendoan

500 gr tempe khusus tempe menodan
200 gr tepung terigu
350 ml air
garam secukupnya
2 batang bawang daun, iris tipis
minyak untuk menggoreng

Bumbu halus
4 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 sdt ketumbar
1 cm kencur

Cara membuat
1. Campur tepung dengan bumbu halus, air, dan bawang daun, aduk
2. Siapkan minyak dengan api sedang
3. Celup tempe pada tepung, goreng kekuningan, sesekali dibalik
4. Angkat, tiriskan, sajikan hangat

Sajikan bersama Sambal Kecap dan cabe rawit

Oreg Tempe

500 gr tempe
1 sdm air asam kental

2 sdm gula merah, iris
garam sesuai selera
1 lembar daun salam

10 cm serai, memarkan
1 cm lengkuas, memarkan

100 ml air

3 sm minyak sayur untuk menumis
minyak sayur untuk menggoreng

Bumbu halus

4 siung bawang putih

3 buah cabe merah


1. Iris tempe seperti batang korek api sedang tebalnya

2. Goreng tempe sampe 1/2 kering dengan api sedang dan selalu diaduk pelan

3. Tumis bumbu halus sampe harum
4. Masukan air, air asam, salam, serai, lengkuas, gula, garam, aduk sampe mengental

5. Masukan tempe aduk cepat merata, angkat, sajikan

S: Oven tempe instead of digoreng.

Sabtu, 11 April 2009

Bolu Gulung Hazelnut

6 butir telur ayam, pisahkan putih dan kuningnya
125 g gula pasir berbutir halus

125 g cokelat masak pekat, lelehkan

50 g tepung terigu serba guna

75 g hazelnut bubuk

Whipped cream,

kocok hingga kaku:

300 ml krim kental dingin

1 sdm rum

1 sdm icing sugar

  1. Kocok putih telur hingga kaku, angkat, sisihkan.
  2. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga kental. Angkat.
  3. Masukkan cokelat leleh dan hazelnut, aduk hingga rata. Tambahkan 1/2 bagian putih telur, kocok. Aduk rata. Masukkan sisa putih telur, aduk rata. Tambahkan tepung terigu, kocok rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang ukuran 25 x 38 x 3 cm yang sudah dialasi kertas roti beroles mentega dan bertabur terigu, ratakan.
  5. Panggang dalam oven panas bersuhu 180° C selama 25 menit, angkat. Lepaskan segera dari loyang.
  6. Taruh bolu di atas kertas roti bertabur icing sugar, gulung sambil sedikit dipadatkan. Diamkan hingga bolu dingin. Sisihkan.
  7. Penyelesaian: Buka bolu gulung, olesi dengan whipped cream hingga rata. Gulung kembali. Potong-potong tebal 1 1/2 cm, sajikan.
Untuk 15 potong

Sumber femina


Adonan keju:
500 g cream cheese, lunakkan *)
100 g gula pasir
50 g mentega tawar
50 g tepung terigu serba guna
1 butir telur ayam
3 buah kuning telur ayam
150 g cranberry beku, haluskan

Adonan putih telur:
3 buah putih telur ayam
75 g gula pasir
¼ sdt garam

  1. Alasi loyang bongkar pasang berdiameter 20 cm dengan kertas roti, olesi margarin. Sisihkan.
  2. Adonan keju: Kocok cream cheese, gula, dan mentega menggunakan mixer berkecepatan tinggi hingga mengembang. Masukkan tepung terigu, aduk rata perlahan.
  3. Masukkan telur dan ¾ bagian cranberry, kocok hingga rata. Sisihkan. Adonan putih telur: Kocok semua bahan menggunakan mixer berkecepatan tinggi hingga mengembang (jangan sampai kaku). Aduk perlahan ke dalam adonan keju.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang. Sendokkan sisa cranberry ke beberapa bagian di permukaannya. Aduk menggunakan garpu hingga tercipta motif pada permukaan kue. Panggang dalam oven bersuhu 180° C dengan sistem au bain marie hingga matang (± 60 menit). Keluarkan.
  5. Simpan 1 hari di lemari es. Sajikan dingin.
*) Cream Cheese (Keju Krim): Bentuknya seperti yoghurt, dijual dalam kemasan mangkuk plastik.

Sumber : femina


4 butir telur ayam

100 g gula pasir

150 g tepung terigu khusus cake

Aduk rata:

250 g mentega, lelehkan
250 g tapai singkong, buang tulangnya, haluskan

50 g kurma, buang bijinya, cincang kasar

50 g almond matang, cincang kasar


50 g selai stroberi
250 g marzipan*

1/8 sdt pewarna hijau

1/8 sdt pewarna cokelat

  1. Olesi loyang bundar berdiameter 20 cm dengan margarin. Alasi dasarnya dengan kertas roti. Sisihkan.
  2. Kocok telur dan gula hingga mengembang. Masukkan terigu aduk menggunakan spatula karet hingga rata.
  3. Masukkan bahan campuran mentega dan tapai, aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang. Panggang dalam oven suhu 160° C selama 35 menit hingga matang. Angkat.
  4. Setelah tidak lagi panas, keluarkan cake dari loyang. Olesi permukaannya dengan selai.
  5. Menghias: Gilas 180 g marzipan hingga tebalnya 1/2 cm, letakkan di atas cake hingga seluruh permukaannya tertutup rapi. Ambil 60 g marzipan, beri setetes pewarna hijau, aduk rata. Gilas hingga tebalnya 1/2 cm, potong menyerupai pita selebar 3 cm. Lingkari di sekeliling cake. Ambil sisa marzipan, beri pewarna cokelat, aduk rata. Gilas hingga tebalnya 1/2 cm, potong menyerupai pita selebar 1½ cm. Lingkari di sekeliling cake. Potong-potong. Sajikan.
*) Marzipan: Adonan penutup cake terbuat dari pasta almond, putih telur, dan gula bubuk. Untuk menggunakan, uleni hingga lentur. Sudah siap pakai di toko bahan kue.


3 butir telur ayam

150 g gula pasir

180 ml minyak goreng

350 g pisang ambon, kupas, haluskan *

150 g mete matang, cincang kasar

Ayak bersama:

300 g tepung terigu khusus cake

1 sdt baking soda

1 sdt kayu manis bubuk

1/2 sdt garam


100 g cokelat masak pekat, tim hingga meleleh

50 g cokelat masak putih, tim bersama setetes pewarna hijau **

  1. Olesi loyang berdiameter 20 cm dengan margarin. Sisihkan.
  2. Kocok telur dan gula hingga mengembang. Masukkan campuran tepung, aduk perlahan menggunakan spatula karet hingga rata.
  3. Masukkan minyak, pisang, dan kacang mete, aduk perlahan hingga rata. Tuang ke dalam loyang. Panggang dalam oven bersuhu 160° C selama 60 menit hingga matang. Angkat.
  4. Setelah tidak lagi panas, keluarkan cake dari loyang.
  5. Menghias: Siram cake dengan cokelat pekat hingga rata, biarkan hingga mengeras. Masukkan cokelat putih ke dalam kantong spuit. Gunting sedikit ujungnya. Semprotkan ke permukaan cake dengan motif hiasan. Sajikan.
*) Pilih pisang yang betul-betul matang agar cita rasa cake manis dan tidak perlu menggunakan banyak gula pasir. **) Untuk mewarnai cokelat masak, pakai pewarna berbahan minyak agar menyatu dengan cokelat masak. Untuk 10 potong

Sumber Femina


2 butir telur ayam
225 g gula pasir berbutir halus
1 sdt esens vanili
150 g kelapa setengah tua, kupas, parut
300 ml susu cair
75 g mentega tawar, lelehkan

Ayak bersama:
250 g tepung terigu serba guna
2 sdt baking powder
2 sdt kulit kayu manis bubuk

100 g mentega tawar

  1. Kocok telur, gula, dan esens vanili hingga pucat. Angkat, sisihkan.
  2. Tambahkan kelapa ke dalam campuran tepung, aduk rata. Masukkan adonan telur sedikit demi sedikit sambil aduk hingga rata. Tambahkan susu cair dan mentega leleh secara bergantian sambil aduk rata. Jaga jangan sampai terlalu banyak diaduk.
  3. Tuang ke dalam loyang ukuran 21 x 10 x 8 cm bersemir margarin. Panggang dalam oven bersuhu 180ยบ C selama 1 jam hingga matang dan berwarna kecokelatan. Angkat. Biarkan selama 5 menit. Potong-potong 1 1/2 cm.
  4. Sajikan bersama mentega.
Untuk 12 potong

Sabtu, 21 Maret 2009


400 gr jerohan sapi (hati, babat, usus, limpa, paru, jantung), potong dadu
200 gr daging sandung lamur, potong dadu
1700 ml kaldu sapi
2 sdm minyak goreng


½ sdm ketumbar, sangrai dan haluskan
½ sdt jinten, sangrai dan haluskan
½ sdt lada butir, haluskan
3 btg sereh, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
7 siung bawang putih, haluskan
60 gr kacang tanah, sangrai dan halukan
1 sdm air jeruk nipis
3 sdm daun bawang iris halus
garam secukupnya
1 sdm bawang goreng
1 sdm sledri cincang


2 sdm tauco
40 gr cabai rawit, kukus dan haluskan
2 buah cabai merah, haluskan
3 sdm kecap manis
1 sdm air jeruk nipis

Cara Membuat:
  1. Rebus daging dan jerohan sampai empuk. Angkat dan sisihkan kaldunya.
  2. Tumis semua bumbu sampai harum, masukan daging dan jerohan, aduk rata. Masukan kaldu sapi dan masak sampai bumbu-bumbu meresap. Sesaat sebelum di angkat, tambahkan kacang tanah sangrai yang telah di haluskan.
  3. Siapkan pinggan saji, atur semua bahan isi di dalamnya. Tuangkan kuah kaldu panas dan taburi daun bawang, bawang goreng dan sledri cincang. Hidangkan dengan dilengkapi sambal pelengkap.
  4. Sambal: Campur semua bahan sambal dan aduk rata, hidangkan terpisah sebagai pelengkap.
Untuk 4 Porsi


600 gr daging sandung lamur
1700 ml kaldu daging sapi
2 sdm minyak goreng


1 ½ sdm taoco
2 batang serai, memarkan
1 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
4 buah cabai merah
½ sdt lada butir
1 cm jahe
7 buah bawang merah
4 buah bawang putih
garam secukupnya


1 batang daun bawang, iris halus
1 sdm sledri cincang
emping goreng
3 butir telur rebus

Cara Membuat:
  1. Rebus daging dengan serai sampai empuk. Saring kaldunya, potong daging bentuk dadu, sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis semua bumbu sampai harum. Tambahkan tauco, kecap manis,daging sapi dan kaldu. Rebus ampai mendidih dan bumbu meresap.
  3. Siapkan pinggan saji, atur daging, telur rebus, daun bawang dan sledri cincang. Tuang kaldu panas di atasnya. Hidangkan segera dengan dilengkapi emping goreng.
Untuk 4 Porsi