Jumat, 06 Februari 2009

PERJALANAN COKELAT





Cokelat dan produk olahannya digemari hampir semua orang. Dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Karena lezat dan enak rasanya.










Asal Cokelat

Cokelat yang biasa dikonsumsi merupakan pengolahan dari biji buah pohon cokelat (
Theobroma cacao L). Pohon cokelat berasal dari Mexico, Amerika Selatan.

Varietas yang banyak dibudidayakan ada 3, yaitu
Forastero, Criollo dan Trinitario. Buah cokelat mulai masak jika warna kulitnya menjadi cerah, dan biasanya dipanen 2-4 minggu sekali. Buah cokelat segar yang baru dipanen disimpan selama 5 hari sebelum dikupas, lalu diambil biji buahnya.

Biji yang terkumpul difermentasi dalam kotak yang ditutup daun pisang atau plastik selama 3-14 hari, tergantung pada varietasnya. Setelah itu
dikeringkan dengan panas matahari selama 30 hari, dipilih, dikemas dan disimpan untuk siap dijual.

Penelitian terakhir menunjukkan, semakin lama fermentasi dan pengeringan, semakin baik aroma cokelat yang dihasilkan.
Pengolahan produk cokelat yang baik mutunya ditentukan mulai dari pemeliharaan tanaman sampai proses pengolahan. Biji cokelat kering dibersihkan dengan mesin penyikat, kemudian disangrai singkat pada suhu rendah untuk meningkatkan aroma.

Pulp yang menempel pada daging biji yang disebut "nib", akan terlepas dan terpisah.
Nib inilah yang kemudian diproses menjadi 2 produk dasar, yaitu
cocoa butter (lemak/mentega cokelat) yang penampakannya seperti cairan emas karena banyak mengandung lemak, dan hasil lainnya berupa pasta kental yaitu chocolate liquor (cokelat cair). Kedua hasil olahan ini merupakan bahan utama pembuatan bubuk atau produk cokelat lainnya.



Jenis-Jenis Cokelat

Untuk mengenal cokelat, pertama-t
ama perlu dibedakan antara "cacao" dan "cocoa". Kata "cacao" digunakan untuk menunjukkan bahan-bahan yang berhubungan dengan buah, biji dan pohon penghasil cokelat, misalnya cacao bean atau cacao seed, cacao tree, cacao shell. Sedangkan istilah "cocoa" dan "chocolate", digunakan untuk menunjukkan hasil olahan biji cacao.

Pada tahun 1828 C.J. van Houten berkebangsaan Belanda menemukan proses pembuatan
alias bubuk cokelat kue. Bubuk cokelat ini terbuat dari cokelat cair yang dipres hingga berbentuk bungkil, digiling, lalu diayak.

Pada tahun 1847 di Inggris ditemukan kombinasi bahan-bahan untuk membuat cokelat yang enak, yakni cokelat manis atau
sweet chocolate yang dibuat dari cokelat cair dicampur gila, vanili dan lemak cokelat, lalu didinginkan hingga mengeras.

Sedangkan
Milk chocolate (cokelat susu) dibuat dari cokelat manis yang ditambahi susu, diproses sedemikian rupa hingga teksturnya lembut. Lain lagi dengan semisweet (bittersweet) chocolate. Cokelat jenis ini mengandung cokelat cair minimal 35% lemak cokelat, gila, vanili dan terkadang diberi lesitin (elmusifier dari kacang-kacangan). J

Jika cokelat cairnya lebih dari 35% disebut
Extrabitter Chocolate, dan cokelat dengan kualitas terbaik disebut Couverture. Ada juga cokelat berwarna putih. Cokelat jenis ini terbuat dari lemak cokelat, gula, susu dan penambah cita rasa, tanpa cokelat cair.

"White Chocolate" yang lemaknya berasal dari sayuran, bukan dari lemak cokelat, aroma dan teksturnya tidak sebaik dan selembut cokelat putih dari lemak cokelat.


Dutch Process Cocoa adalah cokelat yan ditambahi alkali pada pembuatannya. Ini dilakukan untuk meningkatkan mutu aroma, mengurangi keasaman, dan membuat lebih mudah larut. Masing-masing jenis cokelat mempunyai kegunaan sendiri-sendiri.

Milk, Sweet
, dan white chocolate biasa digunakan untuk pelapis produk-produk kue, permen , susu dan biskuit, yang memberi cita rasa khas cokelat. Sedangkan jenis Semi sweet, extrabitter, couverture dimanfaatkan untuk membuat minuman, puding dan saus.


Kandungan Gizi dalam Cokelat
Seseorang yang makan cokelat atau produk olahannya, kebanyakan tidak mengharapkan gizinya terpenuhi dari makanan ini.

Makan cokelat hanya sekedar untik santapan ringan atau selingan. Tak mustahil karena beberapa jenis cokelat, misalnya
cocoa powder, semisweet, extrabitter, gizinya tidak lengkap dan sangat rendah.

Tapi ada juga cokelat yang kandungan kalorinya cukup tinggi yaitu
Milk Chocolate. bagi orang-orang yang sedang berdiet apabila makan cokelat jenis ini sebaiknya jangan berlebihan, karena kan menggagalkan program penurunan berat badan.

Hasil olahan cokelat umumnya mengandung sekitas 500 kalori, sedangkan kandungan vitamin dan mineralnya sangat kecil, kecuali kalsium dan fosfor. Cokelat yang diolah dengan penambahan susu dan gula, mengandung kalsium dan fosfor yang relatif lebih tinggi, yakni 200 mg untuk tiap 100 gramnya. Cokelat ini juga banyak mengandung lemak jenuh (lebih dari 10% dari energi total), dan kolesterol.











Pengaruh Cokelat terhadap Tubuh

Minuman yang memakai bubuk cokelat merupakan minuman penyegar tidak berakhohol (non alkhoholic beverages), seperti juga teh dan kopi.Rasa pahit pada cokelat ini disebabkan oleh senyawa alkoid yaitu
theobronim dan kafein, yang bersifat merangsang saraf dan meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Kafein pada cokelat jumlahnya relatif kecil, sehhingga orang yang sensitif terhadap kafein tidak perlu khawatir. Pengaruh kafein cokelat tidak sekuat kopi atau teh. Sebagai perbandingan secangkir cokelat hanya mengandung 18 mg kafein, sedangkan secangkir kopi mengandung 60-80 mg kafein. Teh memiliki kandungan lebih besar dari kopi.

Cokelat yang dimakan secara berlebihan tak mustahil memberikan efek tak baik, apabila untuk anak balita. Produk cokelat dengan penambahan susu dan gula (misalnya susu cokelat, puding cokelat, permen cokelat, dan Chocolate chip cookies) mempunyai kadar lemak dan kalori tinggi.

Bagi anda yang ingin langsing tentu saja harus membatasi konsumsi cokelat. Karena kalori untuk tiap 100 gram cokelat senilai dengan 2-2,5 gelas nasii, tapi disis lain, kandungan asam sterat pada cokelat ini cukup tinggi sehingga dapat menetralisir kenaikan kadar kolesterol darah.

Kita tidak perlu terllu fobia terhadap cokelat, Namun penderita kolesterol tinggi memang perlu waspada!
Bagi orang dewas atau manula yang sehat, cokelat sangat baik dikonsumsi karena tinggi kandungan kalsiumnya. Meski demikian penderita batu ginjal tipe kalsium, dan orang yang alergi terhadap cokelat, sebaiknya berpantang makan cokelat.

Banyak orang berpendapat bahwa cokelat bubuk penyebab kerusakan gigi. Ini anggapan yang kurang tepat. Justru kadar lemak pada cokelat dapat melindungi gigi dari kerusakan. Tapi tidak demikian halnya dengan cokelat batangan dan sejenisnya yang telah dicampur dengan gula atau susu. Kandungan gula dan protein akan menjadi media pertumbuhan bakteri penghasil asam. Asam yang ditimbulkan bakteri inilah biang kerok perusak gigi.


Banyak ABG alias anak baru gede yang berpantang makan cokelat karena takut jerawatan. Ketakutan seperti ini tidak beralasan karena menurut para ahli, penyebab utamanya jerawat adalah kurang terjaganya kebersihan diri dan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Dilain pihak ada orang yang sangat gemar makan cokelat, kalau tidak menyantap cokelat, rasanya belum sreg. Padahal makanan ini tidak mengandung zat yang dapat membuat orang kecanduan. Kecanduan pada cokelat seperti ini disebut "Chocoholoc", hanya merupakan kecanduan secara psikologis saja. Dengan tekad membaja tentu saja kecanduan seperti ini bisa dihentikan.


Sumber : majalah Selera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar